DPRD Panggil PLN, Minta Penjelasan Soal “Isu” Kenaikan Tarif Listrik
(Suasana rapat dengar pendapat)
TENGGARONG, DPRD
Kutai Kartanegara Senin 11 Mei siang tadi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)
diruang Badan Musyawarah (Banmus), dengan manajemen PLN Tenggarong, terkait
dengan rumor adanya kenaikan tarif listrik untuk pelanggan di Kukar.
“Ada beberapa hal yang mendasari kita adakan
rapat hari ini, yakni terkait dengan keluhan masyarakat adanya rumor soal
naiknya tarif listrik. Oleh sebab itu kita panggil manajemen PLN Tenggarong
untuk menjelaskan pokok permasalahannya,” kata Wakil Ketua DPRD Alif Turiadi kepada sejumlah wartawan, usai memimpin RDP
tersebut.
Dikatakan Alif
Turiadi, alasan naiknya tarif listrik disampaikan oleh manajemen PLN bukan
karena pihak PLN menaikan namun dikarenakan meningkatnya pemakaian listrik
disaat kegiatan dirumah selama pandemi Covid-19.
“Masyarakat tentu
kaget, ada peningkatan dratis atas pembayaran listrik bulanan. Oleh karena itu
kita minta ke PLN, supaya menunda tagihan progresif ditengah pandemi Covid-19
ini. Dan perwakilan PLN yang hadir, akan menyampaikan hal itu ke pimpinan
mereka,” kata Alif.
Sementara itu manajer
PLN ULP Tenggarong Suwarno menyebut jika pihaknya tidak ada menaikan tarif
listri bagi PLN di Kukar.
“Tidak ada yang
menaikkan. Kenaikan tarif listrik ini murni karena pemakaian meningkat, karena
data yang masuk itu berdasarkan foto petugas kami dilapangan dan itu ga mungkin
keliru, dari data KWH meter tersebut sebagai dasarnya,” ujarnya.
Terkait dengan adanya
pelanggan meminta adanya keringanan, pihaknya akan mengupayakan penanganan
permasalahan tersebut.
Pelru diketahui bahwa
pelaksanaan RDP tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Alif Turiadi didampingi
Anggota Ria Handayani dan Hamdiah, dihadiri Manager PLN ULP Tenggarong Suwarno.awi/adv